Oleh: Khoirur Rijal | Juli 18, 2008

Aku Hancur

Akuhancur
Aku sakit
Aku sedih
Aku kecewa
Aku menyesal
Haruskah aku memendam ini semua
Haruskah aku rela terima kenyataan yang ada
Walau pahit sungguh ku rasa
Ketika rasa sayang dan cinta
Telah tercipta dalam hati
Mengapa kepedihan tiada tara
Kini aku rasakan
Entah apakah aku pantas tuk merasa kecewa
Entah apakah aku pantas tuk merasa menyesal
Sedangkan dirimu
Bukanlah siapa – siapaku
Bukan milikku
Dan bukan pangeranku
Tapi apakah tak pantas untukku
Untuk mencintai dan menyayangimu
Walau ku tau
Kau takkan pernah jadi milikku

Oleh: Khoirur Rijal | Juni 5, 2008

Inikah rasanya

Pernahkah kau rasakan ini
Rasa yang tertanam dalam hati
Menggebu dan menggelora dijiwa
Bagaikan air pasang di sepanjang musim
Bagaikan deburan ombak dalam samudra
Bagaikan badai besar menyerang
Rasa tlah bercampur
Entah sedih, bahagia, rindu, dan cemburu
Cintakah ini ?
Rasa sayangkah ini ?
Kutak tau arti rasa di hati ini
Benarkah ini cinta.

Oleh: Khoirur Rijal | Juni 5, 2008

Waktu tersisa ini

Menyambut esok dengan senyuman
Berharap hari esok cerah
Cerah dari kemarin dan hari ini
Mengambang lamunanku keatas awan
Berharap impian terwujud dan terbentuk
Bukan semu, bukan ilusi
Terbit di ufuk timur jiwa
Mentari yang setia temani aku
Dampingi aku melangkahkan kakiku
Telah hadir bulan dengan peri
Ikut menemaniku
Di kala gelap dan sunyi
Menyergap diriku
Terjaga aku sepanjang malam
Kuhabiskan waktuku
Hanya untuk mereka
Waktu yang tersisa disepanjang hayatku
Entah bodohkah diriku
Entah gilanya diriku
Merenung dalam sepi
Menghabiskan hari
Bersama mereka
Yang kini menjauhiku

Oleh: Khoirur Rijal | Juni 5, 2008

Asaku

Aku terjebak dalam gelap
Namun tak kurasa
Aku tersesat di jaring – jaring cinta
Dunia kembali menampakkan
Raut wajah yang tak berkawan
Ku diantara sudut- sudut sebuah bangunan
Bukan sebuah bangun datar
Bukan sebuah bangun ruang
Ku tak mengerti itu apa
Namun yang pasti
Tak mungkin itu surga
Asa tlah kususun rapi
Namun tak nampak aku dapat raih
Ku hanya melihat
Itu hanya semu belaka
Abstrak dan tak berwujud
Hati ini bahagia
Namun hati ini sakit Baca Lanjutannya…

Oleh: Khoirur Rijal | Juni 3, 2008

Hitam

jiwaku …
Dimanakah aku kini
Kau bawa aku melintasi tempat yang tinggi
Oh tubuhku …
Mengapakah engkau kini masih membisu
Tak kunjung bicara padaku
Ceritakanlah padaku
Apa yang mengeruhkan hati dan jiwaku
Tolonglah …
Kau tuntunkan aku lagi
Agar ragu menyatu bersama isi hatiku

Penuntun jiwaku …
Luruskanlah hatiku
Seandainya aku tahu apa yang akan terjadi nanti

Aku masih terus melayang
Bersandingkan langit hitam
Masih melayang …
Terus melayang … Baca Lanjutannya…

Oleh: Khoirur Rijal | Mei 29, 2008

Harapanku

Terdiam ku di keheningan
Memiliki asa namun tak kuasa
Angan, harapan, dan impian
Terhenyak dari lamunan
Aku rasakan, namun….
Apa hal sama bersemayam
Di dalam hati dan pikiran
Bintang, bulan,dan matahari
Itu semua adalah engkau
Kau dalam pandanganku
Tak peduli seperti apa diriku bagimu
Namun yang pasti kau tetap berarti
Pernah ku dibutakan oleh cinta
Karena harapan yang tersusun
Telah dihancurkan, telah dimusnahkan
Hampir ku tenggelam dalam duka
Tapi tak berlangsung lama
Kau bubuhkan semangat
Untuk jiwaku
Kau berikan cahaya
Di relung hatiku
Kau taburkan cinta
Di dalam hidupku
Bibirku memang tak bersuara
Lidah memang tak berkata
Namun hati pasti merasa
Ku tunggu, dan ku tunggu
Walau asa tak mungkin mendukungku

Oleh: Khoirur Rijal | Mei 24, 2008

Perasaanku

Ketika mentari telah kembali ke peraduannya
Dan ketika langit petang telah tergantikan dengan malam
Malam yang sunyi tanpa seseorang
Saat itu aku terdiam , merenung
Ditemani oleh sang bulan
Dan juga bintang – bintang
Itupun jika mereka tak enggan
Nampakkan wajahnya padaku
Di kesunyian dan keheningan itu…….
Ada semilir angin sejuk
Menembus relung hatiku
Menggetarkan rasa dalam dadaku
Menyejukkan perasaan
Namun juga meresahkanku
Ketika terbesit rasa dalam benakku
Rasa yang belum dapat ku mengerti
Saat angan mengambang, melayang
Hati ini tergoyahkan, ragu
Seperti ombak yang mampu memecah bebatuan
Dalam kerapuhan nampak sesosok bayangan
Terpancarkan cahaya mutiara
Dibalik wajahnya yang hangat
Memberi cahayanya di kekosongan hati
Menghamparkan permadani indah
Di setiap sudut langkah
Pernah bergelayut sebuah angan
Namun tersapu karena badai
Menghancurkan dan meruntuhkan
Segenggam harapan…..

Oleh: Khoirur Rijal | Mei 22, 2008

HILANG

Hilang semua janji
Semua mimpi-mimpi indah
Hancur hati ini
Melihat semua ini

Lenyap telah lenyap
Kebahagian di hati
Ku hanya bisa
Menangisi semua ini
Hancur hati ini
Melihat kau telah pergi

Langit menjadi
Gelap berkelabu
Menyelimuti hatiku
Mengubah seluruh hidupku
Mengapa semua jadi begini
Perpisahan yang terjadi
Diantara kita berdua

Ku akan menanti
Sebuah keajaiban
Yang membuat kita
Bisa bersama kembali

Oleh: Khoirur Rijal | Mei 22, 2008

KERINDUAN

Sebuah kata yang tersusun

dalam baris kalimat

sebuah rasa yang tercipta

dalam jaring perasaan

mungkin tak dapat diungkapkan

lewat tutur kata

dari bibir yang kaku

dan dari lembutnya sikap

bisa dirasakan…..

Bisa di dengarkan

Riuh nyanyian kegelisahan

Yang terperangkap dalam

kerinduan

Oleh: Khoirur Rijal | Mei 19, 2008

Kesunyian

Kini telah menjadi suram
kegelapan melingkupi hati
Tak lagi ada secercah cahaya
Karena bulan telah menutup sinarnya
malam mulai menurunkan
setetes air dari langit
membekukan rasa dalam lamunanku
terbangun sukmaku
terlepas dari belenggu ragaku
ingin kugapai semua bintang
namun batas mengikatku
hingga tak dapat kuraih
satu bintang pun
untuk menemani kesunyianku
Akankah setiap detik waktu
Aku akan seperti ini
Akankah setiap malam
Aku akn rasakan sepi ini
Jiwaku rapuh tak sekuat
Kerasnya potongan besi
Aku hanyalah aku

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori